Melestarikan Budaya Sikap Bela Negara_Reisha Diandra Alifia

Melestarikan Budaya Sikap Bela Negara

Reisha Diandra Alifia1

22042010171

Bela Negara G131

 

ABSTRAK

Melestarikan budaya sikap bela negara adalah krusial dalam membangun kesadaran akan tanggung jawab terhadap negara. Konsep ini mencakup semangat patriotisme, kesetiaan, dan kewajiban warga terhadap negara. Akibatnya, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menampilkan upaya untuk melestarikan budaya Indoesia di era globalisasi.Untuk mengumpulkan data, tulisan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan studi pustaka. Melalui pendidikan, sosialisasi, dan pengamalan nilai-nilai seperti gotong royong, cinta tanah air, serta kedisiplinan, kita dapat memelihara dan mewariskan budaya ini kepada generasi mendatang. Dengan menghargai sejarah, keberagaman, dan menggalakkan partisipasi aktif dalam pembangunan negara, kita menciptakan pondasi kuat untuk kemajuan bersama. Maka, menjaga dan menghidupkan sikap bela negara adalah komitmen bagi keberlangsungan dan kejayaan bangsa.

 

PENDAHULUAN

            Di tengah laju perkembangan zaman, melestarikan budaya sikap bela negara menjadi landasan yang penting dalam mempertahankan identitas suatu bangsa. Budaya sikap bela negara bukan hanya sekadar seremoni atau kewajiban, melainkan fondasi yang memupuk rasa tanggung jawab, patriotisme, dan kesetiaan terhadap negara.

Melalui kegiatan pendidikan, pengajaran sejarah, dan promosi nilai-nilai kewarganegaraan, kita menghidupkan semangat persatuan dan gotong royong. Sikap bela negara tidak hanya terbatas pada pertahanan fisik negara, tetapi juga pada keterlibatan aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Penghargaan terhadap keberagaman dan toleransi juga merupakan bagian tak terpisahkan dari sikap bela negara yang inklusif.

Nilai-nilai ini tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan fisik negara, tetapi juga mencakup keterlibatan aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan moral. Mempelajari sejarah dan menerapkan nilai-nilai kewarganegaraan merupakan cara yang efektif untuk menyebarkan semangat bela negara kepada generasi muda. Dalam menghadapi perubahan global, menjaga kesatuan, solidaritas, serta keberagaman adalah esensi dari budaya bela negara yang inklusif.

Upaya melestarikan sikap bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Melalui pendidikan, pengembangan budaya lokal, serta promosi kerja sama antargenerasi, kita dapat menjaga warisan berharga ini agar terus berkembang. Dengan demikian, menjaga budaya sikap bela negara bukan hanya merawat tradisi masa lalu, melainkan juga menyediakan fondasi kuat bagi keberlangsungan eksistensi dan kemajuan bangsa di masa depan.

 

PEMBAHASAN

            Kebudayaan Indonesia  adalah keseluruhankebudayaan  lokal  yang  ada  disetiap daerah di Indonesia.Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”.Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan.Wujudnya  berupa  negara  kesatuan,  ekonomi  nasional,  hukum  nasional, serta  bahasa  nasional.Kebudayaan  Indonesia  dari  zaman  ke  zaman  selalu  mengalami perubahan, perubahan ini terjadi karena faktor masyarakat yang memang menginginkan perubahan  dan  perubahan  kebudayaan  terjadi  sangat  pesat  yaitu  karena  masuknya unsur-unsur  globalisasi  ke  dalam  kebudayaan  Indonesia.  Unsur  globalisasi    masuktak terkendali  merasuki kebudayaannasionalyang  merupakan  jelmaan  dari  kebudayaan lokal yang ada disetiap daerah dari Sabang sampai Merauke( Tobroni: 2012 : 123)

Pola hidup masyarakat masa kini dengan masa dahulu sangatlah berbeda hal ini juga dampak  arus globalisasi sehingga  perlu  penanganan  yang  lebih  baik.  Dampak lain dari globalisasi   yaitu   berkembangnya   teknologi-teknologi   canggih   yang   sangat membantu  manusia  namun  juga  dapat  merusak mental  dan  moral  generasi  muda. Sebagai  contoh  pada  Masyarakat  NTT  yang  dahulunya  sangat  menjunjung  tinggi budaya gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan dibidang pertanian, namun pada saat ini masyarakat cenderung menggunakan mesin mulai dari menanam hingga proses penggilingan      padi,   sehingga   budaya   gotong   royong   yang   sangat   kental   dalam masyarakat  perlahan-lahan  mulai  dilupakan pada  generasi  muda  dimana; solidaritas mekanikdan  solidaritas  organik. Sesuai  dengan  teori  dari  salah  satu  tokoh  sosiologi yaitu Emile Durkheim berpendapat bahwa; dalam masyarakat ada dua jenis  solidaritas yaitu   solidaritas   mekanik yang   kebersamaannya   berdasarkan   rasa   kekeluargaan sedangkan solidaritas  organic kebersamaannya  berdasarkan  adanya  kepentingan. Oleh karena  itu  semua  unsur budaya  dari  luar  yang masuk  pada  masa  sekarang,perlu  dikaji terlebih dahulu sebelum menerapkan unsur tersebut. 

Bela negara merupakan sikap dan tindakan warga negara yang dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, rela  berkorban  guna  menghadapi  setiap  ancaman,  tantangan,  hambatan  dan  gangguan  baik  yang  datang  dari  dalam  maupun  dari  luar  yang  membahayakan  kelangsungan  hidup  bangsa  dan  Negara,  keutuhan  wilayah,  dan  nilai-nilai  luhur  Pancasila  serta  Undang-Undang  Dasar  1945.  Menurut  Sunarso  (2008),  yang  harus  dibela  dalam  bela  negara  yaitu  mengandung  4  hal  yakni,  kemerdekaan  dan  kedaulatan  negara,  kesatuan  dan  persatuan  bangsa,  keutuhan  wilayah dan yuridiksi nasional, dan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sehingga dari kedua pemahaman  terhada  bela  negara  dapat  disimpulkan  bahwa  bela  negara  merupakan  perilaku  warga  negara  yang  didasari  terhadap  kecintaannya  terhadap  Negara  Indonesia  dan  mampu  menjaga  negara  dari  berbagai  ancaman  dan  masalah.  Tujuan  dari  bela  negara  sendiri  yaitu,  a)  Mempertahankan  berlangsunnya  kehidupan  bangsa  dan  negara,  b)  Menjaga  identitas  bangsa dan negara, c) Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, d) Melestarikan budaya, e) Melakukan perbuatan yang baik untuk bangsa dan negara. Terdapat beberapa unsur yang ada dalam bela negara antara lain:

Patriotisme

Semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang rela mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya. Patriotisme merupakan jiwa dan semangat cinta tanah air yang melengkapi eksistensi nasionalisme. Patriotisme meliputi sikap-sikap bangga akan pencapaian bangsa, bangga akan budaya bangsa, adanya keinginan untuk memelihara ciri-ciri bangsa dan latar belakang budaya bangsa. Rashid (2004: 5) menyebutkan beberapa nilai patriotisme, yaitu: kesetiaan, keberanian, rela berkorban, serta kecintaan pada bangsa dan negara. Dalam penelitian ini, diambil dua aspek pokok dalam patriotisme, yaitu kesetiaan dan kerelaan berkorban

Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang datang dari luar dan dalam yang secara langsung dan tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar Tujuan Nasionalnya. Keadaan atau kondisi selalu berkembang dan keadaan berubah-ubah, oleh karena itu ketahanan nasional harus dikembangkan dan dibina agar memandai sesuai dengan perkembangan jaman.

Pengakuan terhadap Identitas budaya Lokal

Identitas budaya yang terbentuk dalam kehidupan suatu masyarakat akan mempengaruhi persepsi diri setiap anggota dalam masyarakat. Bagaimana mereka memandang diri mereka, bagaimana mereka bersikap dan bertingkah laku, sangat dipengaruhi oleh identitas budaya mereka sendiri. Menurut teori komunikasi tentang identitas, identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat dan di sinilah komunikasi menjadi mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadiKomunikasi merupakan alat untuk membentuk identitas dan juga mengubah mekanisme. Dalam Proses komunikasi yang kita lakukaru kita akan mendapatkan pandangan serta reaksi orang lain dalam interaksi sosial dan sebaliknya. Selain itu, pada saat kita berkomunikasi, kita akan memperlihatkan rasa identitas dengan cara kita mengekspresikan siapa diri kita dan ketika kita merespon orang latn. Subjectiae Dimension akastidentitas merupakan Perasaan diri pribadi kita. Sedangkan Ascribed Dimension adalah Mindfulness dalam Komunikasi Antarbudaya orang lain katakan tentang kita. Dengan kata lain, rasa identitas kita terdiri dari makna-makna yang dipelajari dan yang kita dapatkan.

PENUTUP

Sebagai generasi muda yang merupakan agent of change dan agent of control maka diharapkan mampu untuk dapat merubah tatanan baru negaranya. Dalam penanaman ini generasi muda mendapatkan pendidikan karakter melalui dunia pendidikan formal yang diatur sedemikian rupa terintegrasi melalui mata pelajaran baik dilingkup taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Upaya bela negara yaitu yang dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, rela berkorban guna menghadapi setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Nahak, H. M. (2019). Upaya melestarikan budaya indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara5(1), 65-76.

Gredinand, D. (2017). Penerapan pendidikan bela negara di perguruan tinggi. Strategi Pertahanan Darat, 3(2).

Muzayanah, M. (2020). PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA UPAYA KOMITMEN CINTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) DAN BELA NEGARA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 8(1), 79-92.

Primantoro, A. D. (2016). Pendidikan Nilai Moral Ditinjau Dari Perspektif Global. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 1(1), 1-8.

Comments